Pengelolaan Keuangan Keluarga

0
170

mengelola keuangan keluarga

Saya dan istri masih punya pola konsumsi yang sama dengan ketika belum punya anak. Jajan di tempat yang sama, gaya belanja yang sama saat weekend dan lain – lain. Dengan kartu kredit Anda bisa mendapatkan diskon dancash back, tapi bisa menikmati jajanan yang cukup mewah bersama keluarga.

Menghadapi tantangan emosional semacam ini, prioritas dan anggaran menjadi alat kontrol yang menurut pengalaman saya cukup efektif. Makin banyak anggota keluarga, makin besar pengeluaran, alokasi dana darurat harus makin tinggi.

Terkait hal ini, jangan sampai Anda berdua tidak mampu membayarkan tanggung jawab karena lupa menyisihkan pemasukan bulanan. Jika pembelanjaan kita telah sesuai dengan aturan-aturan Islam, Allah akan memajukan usaha kita serta melipatgandakan pahala dan berkah-Nya. Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan untuk memudahkan hidup agar jauh dari kesulitan. Kebutuhan ini tidak perlu dipenuhi sebelum kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan ini pun masih berhubungan dengan lima tujuan syariat. Pengeluaran atau pembelanjaan adalah mengelola harta yang halal untuk mendapatkan manfaat material ataupun spiritual sehingga membantu para anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhannya.

Kalau sebelum punya anak, dana darurat mungkin tidak jadi prioritas. Sekarang dengan adanya tanggungan, dana darurat menjadi komponen yang wajib. Jika dirasa masih berat menyisihkan dana pendidikan, perlu buat prioritas. Saran saya mulailah dari yang paling dekat, misalnya kebutuhan masuk TK atau SD.

Jajan termasuk pengeluaran rumah tangga yang tidak terelakkan. Dengan asuransi maka setiap risiko akan diminimalisir dan dialihkan ke pihak asuransi. Jadi, apa pun yang terjadi, keuangan keluarga tidak akan gonjang ganjing.

Setiap tahun biaya sekolah semakin melangit apalagi jika Anda bercita-cita mendaftarkan buah hati di lembaga pendidikan terbaik. Belum lagi mendaftarkannya ke berbagai kursus untuk meningkatkan potensi buah hati. Lakukan evaluasi dahulu berapa total pendapatan yang didapatkan setiap bulan dari berbagai sumber. Ini akan membantu Anda untuk bersikap obyektif tanpa perlu terlalu kikir. Yang paling penting adalah menyesuaikan ketersediaan dana dengan pengeluaran sebaik mungkin. Ketika berkeluarga, Anda dan pasangan akan memiliki tanggung jawab finansial yang harus dipenuhi tiap bulannya.

mengelola keuangan keluarga

Perasaan cemas yang berlebihan justru akan membuat keadaan memburuk, seperti timbulnya beragam penyakit yang justru akan menambah beban pengeluaran rumah tangga. Setiap gajian, selalu alokasikan dana darurat untuk menghadapi kondisi yang tidak diinginkan. Langkah selanjutnya adalah memilih instrumen simpanan atau investasi keuangan untuk merealisasikan target tarif pendidikan tersebut. Buatlah perkiraan kenaikan biaya pendidikan agar Parent Pinters memiliki estimasi angka total biaya untuk setiap jenjang pendidikan.