5 Tanda Keuangan Keluarga Yang Tidak Sehat

0
153

keuangan keluarga yang sehat

Maka dari itu itu harus membekali diri dengan ilmu keuangan yang baik. Yang dimaksud dengan saldo tabungan adalah tabungan murni di luar uang yang akan dipakai buat kebutuhan bulanan. Misal, jika kebutuhan bulanan yang akan keluar adalah 5 juta, maka saldo tabungan yang harus dimiliki adalah 3 x 5 juta, atau sama dengan 15 juta rupiah. Uang 15 juta yang ada di tabungan ini bisa diambil sewaktu-waktu atau saat kebutuhan darurat. Hal ini tentunya penting untuk diperhatikan, agar keuangan berjalan sehat. Jika tidak memiliki saldo tabungan, tentu meminjam akan jadi solusi sesaat tapi akan berakibat semakin memburuknya kondisi keuangan anda. Bukan hanya tubuh, keuangan pun perlu diperiksa apakah sudah dalam kategori sehat dan tentunya harus terus dijaga kesehatannya.

keuangan keluarga yang sehat

Kunci sukses mengatur keluarga juga terletak pada kemampuan dalam menabung. Resep utama yang harus Anda lakukan adalah dengan menyisihkan, bukan menyisakan uang setiap bulan. Banyak yang mengelola dengan kurang tepat karena sisa uang di akhir bulan sudah terlanjur habis dan tidak lagi dapat menabung.

Kesehatan keuangan menunjukkan bagaimana kondisi keuangan saat ini dan kemampuan Anda untuk membayar kebutuhan serta kewajiban secara finansial. Keuangan yang sehat sedikit banyak berpengaruh kepada kenyamanan dan kebahagiaan hidup Anda beserta keluarga. Penggunaan uang secara bijak sangat baik untuk meningkatkan kehidupan di masa yang akan datang. Besarnya dana darurat ini berbeda-beda bagi setiap keluarga, tergantung jumlah anggota keluarga yang dimiliki.

Padahal jika saja setiap awal bulan Anda dan keluarga teratur menyisihkan setidaknya % pendapatan bulanan ke rekening tabungan, hal ini bisa memberikan dampak yang besar untuk Anda. Saat akan mulai mengelola uang, tentunya Anda harus memulainya dengan kunci sukses mengatur keuangan keluarga. Biarkan setiap anggota, bahkan anak sekalipun untuk turut mengambil peran. Menjadi seorang ibu dituntut harus memahami dan mampu mengontrol keuangan rumah tangga. Pengetahuan tentang keuangan menjadi bekal seorang ibu dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat. Jika dirinci ada banyak sekali kebutuhan rumah tangga yang membutuhkan pengetahuan finansial yang baik. Mulai dari pengeluaran bulanan, menabung, persiapan dana pendidikan dan masih banyak lagi.

Saat gajian, Anda bisa memulainya dengan menyisihkan tabungan dan investasi terlebih dahulu, bukan sebaliknya. Jika Anda terbiasa dengan perencanaan manajemen keuangan keluarga seperti itu, tentu menabung menjadi gaya hidup yang mudah dijalankan. Sebelum mengetahui cara mengatur keuangan keluarga secara tepat, Anda harus mengukur kemampuan keuangan terlebih dahulu. Hitung seluruh pendapatan bulanan yang diperoleh dari gaji atau usaha yang dijalankan.

Angka yang diperoleh sangat penting untuk menetapkan alokasi dana untuk setiap detail kebutuhan keluarga. Jangan sampai besar pasak daripada tiang atau pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Tips keuangan keluarga akan berbeda-beda sesuai dengan besaran pendapatan dan pengeluaran dari masing-masing keluarga. Misalnya, keluarga yang memiliki 2 sumber pendapatan tentu lebih leluasa dalam mengalokasikan pengeluaran dan tabungan. Namun, bukan berarti keluarga dengan 1 sumber pendapatan terbatasi dalam memaksimalkan keuangannya.

Jika Anda dan pasangan belum memiliki anak, maka dana darurat yang perlu disiapkan ialah minimal enam kali pengeluaran bulanan. Sementara jika Anda sudah memiliki anak, dana darurat yang diperlukan ialah sekitar sembilan kali sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Taruhkan dana darurat ini pada instrumen likuid seperti rekening tabungan bank yang bisa Anda tarik melalui ATM di mana saja, atau emas yang bisa Anda jual kapan saja di toko emas.

Sebesar apapun gaji atau pendapatan, kunci kesejahteraan keluarga terletak pada cara mengatur keuangan keluarga yang tepat. Satu hal yang tidak bosan agar kondisi keuangan keluarga sehat adalah transparansi dalam pengelolaan uang. Jangan sampai ada yang menyembunyikan pengeluaran apalagi untuk gaya hidup konsumtif agar tidak menyesal di kemudian hari. Hal terpenting untuk mencapai tujuan keuangan itu adalah dengan mengatahui indikasi keuangan yang sehat. Karena jika keuangan keluarga yang tidak sehat, maka akan sulit mencapai tujuan keuangan itu. Misalkan saja keluarga anda ingin membeli tempat tinggal baru, namun gaya hidup anda selalu berfoya-foya. Sehingga mustahil kamu bisa membeli rumah ketika pengeluaran lebih banyak dari pada menabung.